KASONGAN – Kepolisian Resor Katingan menggelar upacara pemakaman secara kedinasan bagi almarhum Aiptu (Anumerta) Yudhi Perdana Putra sebagai bentuk penghormatan terakhir atas jasa, dedikasi, dan pengabdiannya kepada bangsa dan negara. Prosesi pemakaman dipimpin langsung oleh Kapolres Katingan, AKBP Dodik Hartono, S.I.K., di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Kristen Jalan Pilau–Kasongan, Kabupaten Katingan, Sabtu (4/7/2026).
Prosesi pemakaman berlangsung dengan khidmat dan penuh suasana duka. Upacara tersebut menjadi simbol penghormatan institusi Polri kepada almarhum yang gugur saat menjalankan tugas dalam operasi penegakan hukum di Kabupaten Katingan.
Turut hadir dalam prosesi pemakaman tersebut jajaran Pejabat Utama Polres Katingan, personel Polres Katingan, unsur TNI, tokoh masyarakat, tokoh agama, keluarga besar almarhum, serta kerabat dan sahabat yang mengantarkan almarhum ke tempat peristirahatan terakhir.
Dalam amanatnya, AKBP Dodik Hartono menyampaikan bahwa almarhum merupakan sosok anggota Polri yang dikenal memiliki dedikasi tinggi, loyalitas, dan semangat pengabdian dalam menjalankan tugas sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat.
“Almarhum merupakan sosok Bhayangkara yang berdedikasi, loyal, dan memiliki semangat pengabdian tinggi dalam menjalankan tugas. Pengorbanan almarhum akan selalu menjadi teladan bagi seluruh personel Polri serta dikenang oleh keluarga besar Polres Katingan,” ujar Dodik Hartono.
Suasana haru semakin terasa saat penghormatan terakhir diberikan kepada almarhum. Iringan doa dari keluarga, rekan sejawat, dan masyarakat mengiringi prosesi pemakaman sebagai ungkapan rasa hormat atas pengabdian almarhum selama bertugas di institusi Polri.
Upacara pemakaman kedinasan tersebut sekaligus menjadi bentuk penghormatan negara kepada personel Polri yang gugur dalam melaksanakan tugas. Seluruh rangkaian prosesi berlangsung dengan penuh khidmat hingga almarhum dimakamkan di tempat peristirahatan terakhirnya.
“Semoga almarhum memperoleh tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Kuasa, serta keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan, ketabahan, dan keikhlasan dalam menghadapi cobaan ini,” tutup Dodik Hartono.
























