PALANGKA RAYA – Tim Damkar & Rescue BPK Kamboja bersama unsur gabungan berhasil mencegah kebakaran meluas ke kawasan permukiman padat saat sebuah rumah kosong di Jalan Mangkusari, simpang Jalan PEPABRI, Kelurahan Langkai, Kecamatan Pahandut, terbakar hebat pada Jumat dini hari (12/6/2026).
Berkat laporan cepat warga dan respons sigap petugas, kobaran api yang sempat membesar berhasil dikendalikan sebelum merembet ke rumah-rumah warga yang berada sangat berdekatan dengan lokasi kejadian.
Informasi awal kebakaran diterima dari seorang warga bernama Rizky (30), penghuni rumah nomor 42 yang berada tepat di samping bangunan yang terbakar. Ia mengaku pertama kali melihat api muncul dari bagian bawah rumah kosong tersebut.
“Awalnya terlihat api dari bagian bawah rumah yang terbakar, dekat batas pagar dengan rumah saya. Karena api mulai membesar, saya langsung menghubungi pemadam kebakaran agar segera mendapat penanganan,” ujarnya.

Menurut Rizky, rumah bernomor 45 yang terbakar diketahui sudah lama tidak dihuni dan diperkirakan kosong selama kurang lebih lima tahun. Meski jaringan listrik masih terpasang, kondisi rumah selalu gelap dan tidak terlihat adanya aktivitas penghuni.
Di bagian depan bangunan juga terdapat papan nama Yayasan Betang Asi. Namun hingga saat ini identitas pemilik rumah belum diketahui secara pasti. Sementara penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan pihak berwenang.
Sesaat setelah menerima laporan, Tim Damkar & Rescue BPK Kamboja bersama unsur pemadam lainnya segera bergerak menuju lokasi. Setibanya di tempat kejadian, petugas mendapati api telah menguasai sebagian besar bangunan dan membakar bagian atap rumah.
Melihat kondisi bangunan yang berdempetan dengan rumah warga lainnya, petugas langsung memprioritaskan upaya pelokalisiran api agar tidak menjalar ke bangunan di sekitarnya.
Dalam dokumentasi di lapangan terlihat kobaran api membumbung tinggi dari bagian atap rumah yang terbakar. Asap tebal menyelimuti kawasan sekitar saat petugas berjibaku melakukan pemadaman dari berbagai sisi bangunan.

Sejumlah armada pemadam dari berbagai instansi tampak berjajar di lokasi kejadian, termasuk kendaraan Fire Rescue milik kepolisian yang turut membantu operasi pemadaman. Berkat kerja sama yang solid, rumah-rumah di sisi kiri dan kanan bangunan berhasil diselamatkan dari ancaman kebakaran.
Meski bagian belakang beberapa bangunan sempat terdampak panas dan jilatan api, kerusakan yang terjadi relatif kecil dan tidak menyebabkan kebakaran lanjutan.
Petugas memanfaatkan sumber air dari kali pengeringan yang berada tidak jauh dari lokasi, meskipun debit air yang tersedia cukup terbatas. Dukungan armada tangki air dari berbagai unsur pemadam turut membantu mempercepat proses penanganan.
Api berhasil dikendalikan dalam waktu sekitar 30 menit dan proses pendinginan dilakukan hingga kurang lebih satu jam untuk memastikan tidak ada titik api yang tersisa.
Akibat kejadian tersebut, rumah kosong yang terbakar mengalami kerusakan total dan tidak dapat diselamatkan. Namun keberhasilan petugas melindungi bangunan di sekitarnya berhasil mencegah kerugian yang lebih besar.
Operasi pemadaman melibatkan unsur gabungan dari BPK Kamboja, BPK Swakarsa, Pemadam Kebakaran Kota Palangka Raya, BPBD Kota Palangka Raya, BNPB Provinsi Kalimantan Tengah, Tim Karhutla Provinsi, PLN, TNI, Polri, relawan, serta masyarakat setempat.

Ketua BPK Kamboja, Sucipto, S.Sos, mengapresiasi kepedulian warga yang cepat melaporkan kejadian sehingga petugas dapat segera melakukan penanganan sebelum api meluas.
“Rumah yang terbakar memang tidak dapat diselamatkan karena api sudah cukup besar saat petugas tiba. Namun yang paling penting, rumah-rumah warga di sekelilingnya berhasil kami lindungi sehingga kebakaran tidak berkembang menjadi lebih besar,” ujarnya.
Sucipto menegaskan bahwa kecepatan informasi dari masyarakat merupakan faktor penting dalam keberhasilan penanganan kebakaran.
“Laporan cepat dari warga menjadi kunci utama. Semakin cepat informasi kami terima, semakin besar peluang petugas untuk menyelamatkan bangunan, harta benda, bahkan nyawa masyarakat,” katanya.

Ia juga mengimbau seluruh masyarakat Kota Palangka Raya agar selalu waspada terhadap potensi kebakaran, terutama pada bangunan kosong yang jarang diawasi.
“Kami mengajak masyarakat untuk segera menghubungi Damkar & Rescue BPK Kamboja atau petugas pemadam terdekat apabila melihat asap, percikan api, korsleting listrik, maupun kondisi yang berpotensi menimbulkan kebakaran. Jangan menunggu api membesar baru melapor,” tegasnya.
Menurut Sucipto, keselamatan lingkungan merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan kepedulian seluruh masyarakat.
“Dengan kewaspadaan, kepedulian, dan kerja sama yang baik antara warga dan petugas, kita bisa meminimalkan risiko kebakaran serta melindungi lingkungan tempat tinggal kita bersama,” pungkasnya.











































