PALANGKA RAYA – Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng), Agustiar Sabran, melibatkan kepala desa dalam upaya mempercepat penyaluran Program Kartu Huma Betang agar bantuan dapat diterima lebih cepat dan tepat sasaran oleh masyarakat yang berhak.
Hal tersebut disampaikan Agustiar usai menghadiri kegiatan bersama Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (APDESI) di Aula Jayang Tingang, Kantor Gubernur Kalimantan Tengah, Rabu (10/6/2026).
Menurutnya, pertemuan dengan para kepala desa dimanfaatkan sebagai momentum untuk memperkuat sosialisasi sekaligus mempercepat pelaksanaan program unggulan Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah tersebut.
Agustiar menjelaskan, luasnya wilayah Kalimantan Tengah menjadi tantangan tersendiri dalam proses pendataan dan penyaluran bantuan. Karena itu, keterlibatan pemerintah desa dinilai sangat penting guna memastikan bantuan dapat menjangkau masyarakat secara lebih cepat dan tepat.
“Kami menggunakan momentum ini untuk menyosialisasikan Program Kartu Huma Betang. Kalimantan Tengah ini sangat luas sehingga perlu dukungan semua pihak agar penyalurannya lebih cepat,” ujarnya.
Ia mengatakan, apabila proses pendataan hanya mengandalkan mekanisme yang selama ini berjalan, maka penyaluran bantuan berpotensi memerlukan waktu yang lebih lama. Oleh sebab itu, pemerintah daerah menggandeng kepala desa yang dinilai memiliki pemahaman lebih baik terhadap kondisi sosial masyarakat di wilayah masing-masing.
Menurut Agustiar, kepala desa merupakan pihak yang paling mengetahui kondisi warga, termasuk masyarakat yang benar-benar membutuhkan bantuan pemerintah. Peran tersebut sangat penting dalam memastikan data penerima bantuan lebih akurat dan sesuai dengan kondisi di lapangan.
“Karena kepala desa lebih tahu sasarannya dan kondisi masyarakatnya,” katanya.
Pada tahap awal pelaksanaan Program Kartu Huma Betang, pemerintah menargetkan sekitar 300 ribu penerima bantuan di seluruh Kalimantan Tengah. Namun setelah dilakukan proses verifikasi dan validasi data, jumlah penerima yang memenuhi kriteria berkurang menjadi sekitar 120 ribu orang.
Agustiar menilai hasil verifikasi tersebut menunjukkan pentingnya proses pendataan yang akurat agar bantuan pemerintah benar-benar diterima oleh masyarakat yang layak dan membutuhkan.
“Validasi data sangat penting agar program ini tepat sasaran. Kita ingin bantuan yang diberikan benar-benar dirasakan oleh masyarakat yang membutuhkan,” tegasnya.
Selain membantu proses pendataan, kepala desa juga diharapkan aktif memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai manfaat serta mekanisme penggunaan Kartu Huma Betang. Dengan demikian, masyarakat dapat memanfaatkan program tersebut secara optimal sesuai tujuan yang telah ditetapkan pemerintah.
“Kami minta kepala desa membantu sekaligus mensosialisasikan kegunaan kartu ini kepada masyarakat,” tambahnya.
Program Kartu Huma Betang merupakan salah satu program strategis Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah yang dirancang untuk membantu masyarakat melalui berbagai bentuk layanan dan bantuan sosial. Pemerintah berharap kolaborasi antara pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten, hingga pemerintah desa dapat mempercepat realisasi program sehingga manfaatnya segera dirasakan oleh masyarakat di seluruh wilayah Kalimantan Tengah.
Melalui keterlibatan aktif para kepala desa, Pemprov Kalteng optimistis proses pendataan, verifikasi, hingga penyaluran bantuan Kartu Huma Betang dapat berjalan lebih efektif, transparan, dan tepat sasaran, terutama bagi masyarakat yang benar-benar membutuhkan dukungan pemerintah










































