PALANGKA RAYA – Dosen Politeknik Kesehatan (Poltekkes) Kementerian Kesehatan Palangka Raya, Okto Riristina Gultom, M.Si., bersama tim melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) di Posyandu Abadi, Kelurahan Kereng Bangkirai, Kota Palangka Raya, Rabu (3/6/2026).
Kegiatan yang diikuti para ibu hamil tersebut bertujuan meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai edema kaki selama kehamilan serta mengenalkan pemanfaatan hidroterapi rendaman air hangat yang dipadukan dengan jahe dan kencur sebagai terapi nonfarmakologis yang mudah diterapkan secara mandiri di rumah.
Okto Riristina menjelaskan, edema atau pembengkakan pada kaki merupakan kondisi yang cukup sering dialami ibu hamil akibat penumpukan cairan pada jaringan tubuh. Jika tidak ditangani dengan baik, kondisi tersebut dapat menimbulkan rasa tidak nyaman hingga mengganggu aktivitas sehari-hari.
“Kami ingin memberikan pemahaman kepada masyarakat, khususnya ibu hamil, mengenai edema kaki serta cara penanganan sederhana yang aman dan mudah dilakukan di rumah,” ujarnya.
Kegiatan diawali dengan registrasi peserta dan pembagian leaflet edukasi. Selanjutnya, peserta mendapatkan materi terkait pengertian edema, faktor penyebab, tanda dan gejala, serta dampaknya terhadap kesehatan ibu hamil.
Selain penyuluhan, tim pengabdian juga memperkenalkan berbagai metode penanganan edema secara nonfarmakologis, salah satunya melalui hidroterapi menggunakan rendaman air hangat yang dikombinasikan dengan jahe dan kencur.
Pada sesi praktik, peserta diberikan kesempatan untuk mencoba langsung terapi tersebut. Tim pemateri mendemonstrasikan proses pembuatan rendaman air hangat jahe dan kencur serta menjelaskan tata cara penggunaannya agar dapat diterapkan secara mandiri di rumah.
“Diharapkan melalui kegiatan ini para ibu hamil dapat memanfaatkan hidroterapi sebagai salah satu upaya sederhana untuk membantu mengurangi pembengkakan pada kaki selama masa kehamilan,” kata Okto.
Ia menambahkan, peningkatan pengetahuan kesehatan selama kehamilan menjadi salah satu langkah penting dalam mendukung kesehatan ibu dan janin, sekaligus mendorong kemandirian masyarakat dalam menjaga kesehatan.
Kegiatan ditutup dengan sesi diskusi dan tanya jawab yang berlangsung interaktif. Para peserta tampak antusias menyampaikan berbagai pertanyaan terkait kondisi kesehatan yang dialami selama kehamilan.
Melalui kegiatan pengabdian masyarakat tersebut, Poltekkes Kemenkes Palangka Raya berharap kesadaran masyarakat terhadap pentingnya kesehatan ibu hamil terus meningkat sehingga dapat mendukung terwujudnya generasi yang sehat dan berkualitas.










































