PALANGKA RAYA – Universitas Muhammadiyah Palangka Raya (UMPR) kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional. Dosen UMPR, Prof. Dr. Ir. Chandra Anugrah Putra, S.T., M.I.Kom., resmi menerima penghargaan dari Museum Rekor Indonesia (MURI) sebagai Profesor Termuda Bidang Teknologi Pendidikan di Indonesia. Penghargaan tersebut sekaligus menjadi Rekor MURI kedua yang berhasil diraihnya sepanjang perjalanan akademik.
Prestasi tersebut menjadi kebanggaan bagi UMPR, Persyarikatan Muhammadiyah, masyarakat Kalimantan Tengah, sekaligus dunia pendidikan nasional. Capaian ini dinilai mencerminkan konsistensi dalam melahirkan inovasi dan kontribusi nyata bagi pengembangan ilmu pengetahuan serta transformasi pendidikan di Indonesia.

Rektor Universitas Muhammadiyah Palangka Raya, Assoc. Prof. Dr. Muhamad Yusuf, S.Sos., M.A.P., menyampaikan bahwa penghargaan tersebut menjadi tonggak penting dalam perjalanan akademik Prof. Chandra sekaligus motivasi bagi seluruh sivitas akademika untuk terus berkarya.
“Keberhasilan Prof. Chandra merupakan kebanggaan bagi Universitas Muhammadiyah Palangka Raya, Persyarikatan Muhammadiyah, masyarakat Kalimantan Tengah, serta dunia pendidikan Indonesia. Prestasi ini menjadi motivasi bagi seluruh sivitas akademika untuk terus berkarya, berinovasi, dan memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan bangsa,” ujarnya.
Sebelumnya, pada 2018, Prof. Chandra juga berhasil mencatatkan namanya di Museum Rekor Indonesia sebagai dosen dengan Hak Kekayaan Intelektual (HAKI) terbanyak di Indonesia. Dengan penghargaan terbaru ini, ia telah mengoleksi dua Rekor MURI yang menunjukkan konsistensinya dalam menghasilkan inovasi di bidang pendidikan.
Sebagai akademisi Teknologi Pendidikan, Prof. Chandra dikenal aktif melakukan penelitian, menghasilkan publikasi ilmiah, mengembangkan media pembelajaran berbasis teknologi, serta mendorong percepatan transformasi digital di dunia pendidikan. Berbagai hasil karyanya telah dimanfaatkan dalam pengembangan proses pembelajaran di berbagai jenjang pendidikan.

Dalam kesempatan tersebut, Prof. Chandra mengungkapkan rasa syukur atas penghargaan yang diterimanya. Menurutnya, penghargaan tersebut merupakan amanah untuk terus berkarya dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.
“Alhamdulillah, penghargaan ini saya persembahkan kepada kedua orang tua, keluarga, Universitas Muhammadiyah Palangka Raya, Persyarikatan Muhammadiyah, para guru, dosen, mahasiswa, sahabat, serta seluruh pihak yang telah memberikan doa, dukungan, dan kesempatan kepada saya untuk terus berkembang,” katanya.
Ia menambahkan bahwa prestasi terbaik bukan sekadar pencapaian pribadi, melainkan karya yang mampu memberikan manfaat bagi banyak orang.
“Karena itu, penghargaan ini menjadi penyemangat untuk terus menghadirkan inovasi dan menghasilkan karya yang berdampak bagi kemajuan pendidikan Indonesia,” ujarnya.
Diraihnya Rekor MURI sebagai Profesor Termuda Bidang Teknologi Pendidikan semakin memperkuat posisi Universitas Muhammadiyah Palangka Raya sebagai perguruan tinggi yang konsisten melahirkan sumber daya manusia unggul, inovatif, dan berdaya saing. Prestasi tersebut juga menjadi bukti bahwa akademisi dari Kalimantan Tengah mampu bersaing serta memperoleh pengakuan di tingkat nasional.
Dengan dua Rekor MURI yang diraih pada 2018 dan 2026, Prof. Chandra terus mengukir sejarah sebagai akademisi yang produktif menghadirkan inovasi dan memberikan kontribusi terhadap perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, serta pendidikan di Indonesia. Prestasi ini diharapkan menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk terus berkarya, berinovasi, dan menjadikan pendidikan sebagai fondasi membangun masa depan bangsa.
























