Bupati Kapuas Resmikan Community Ekraf untuk Dorong UMKM

Siap diputar
🔊 DENGARKAN BERITA INI

KUALA KAPUAS – Pemerintah Kabupaten () Kapuas melalui Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Kepemudaan, dan Olahraga () resmi meluncurkan Community Ekraf Kapuas (CEK) sebagai wadah pengembangan ekonomi kreatif dan pemberdayaan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (). Peluncuran tersebut dilaksanakan di kawasan GOR Panunjung Tarung, Jalan Maluku, Kuala Kapuas, Jumat (26/6) malam.

Peresmian Community Ekraf Kapuas dilakukan langsung oleh Kapuas, H. M. Wiyatno, didampingi Sekretaris Daerah Kabupaten Kapuas, Usis I. Sangkai, sejumlah kepala organisasi perangkat daerah, serta dihadiri para pelaku UMKM dan masyarakat.

Dalam sambutannya, H. M. Wiyatno menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk terus memperluas ruang usaha bagi pelaku UMKM melalui optimalisasi berbagai fasilitas publik yang tersebar di wilayah Kabupaten Kapuas.

Menurutnya, saat ini telah tersedia sejumlah kawasan yang dapat dimanfaatkan sebagai sentra kegiatan ekonomi masyarakat, di antaranya Simpang Adipura, area parkir Masjid At-Taqwa, taman kota, halaman Dinas Pendidikan, hingga kawasan Dinas Perdagangan yang kini semakin ramai dikunjungi masyarakat pada malam hari.

“Kita ingin ruang-ruang publik di Kabupaten Kapuas benar-benar hidup dan menjadi pusat kegiatan ekonomi masyarakat. Semakin banyak tempat usaha yang tersedia, semakin besar pula peluang masyarakat untuk meningkatkan pendapatan,” ujar M. Wiyatno.

Ia menambahkan, pemerintah daerah juga tengah menyiapkan berbagai pengembangan kawasan untuk mendukung aktivitas UMKM. Setelah proyek Waterfront City selesai dibangun, kawasan tersebut akan menjadi salah satu pusat kegiatan ekonomi kreatif, khususnya bagi generasi muda.

Selain itu, pemerintah juga merencanakan pelebaran jalan di kawasan GOR Panunjung Tarung agar area UMKM dapat terhubung hingga Jalan Jawa. Pada perubahan anggaran tahun ini, Pemkab Kapuas juga akan membangun Taman Adhyaksa di sudut Jalan Keruing dan Jalan Jawa sebagai bagian dari penataan kawasan perkotaan.

Tidak hanya itu, kawasan Taman Raja Bunu juga akan dikembangkan sebagai ruang usaha berbasis kontainer yang diharapkan menjadi pusat berkumpul masyarakat sekaligus mendukung pertumbuhan sektor ekonomi kreatif di Kabupaten Kapuas.

M. Wiyatno turut mengajak seluruh organisasi perangkat daerah untuk memanfaatkan halaman kantor yang memungkinkan sebagai lokasi penyelenggaraan kegiatan UMKM. Menurutnya, semakin banyak ruang usaha yang tersedia, maka semakin besar pula peluang masyarakat untuk meningkatkan perekonomian keluarga.

“Saya berharap halaman-halaman kantor pemerintah yang memungkinkan dapat dimanfaatkan untuk kegiatan UMKM. Semakin banyak ruang usaha yang tersedia, semakin hidup perekonomian masyarakat dan semakin banyak kegiatan positif yang dapat dilakukan,” katanya.

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Kepemudaan, dan Olahraga Kabupaten Kapuas, Budi Kurniawan, menjelaskan bahwa Community Ekraf Kapuas dibentuk sebagai tindak lanjut arahan Bupati Kapuas dalam mengoptimalkan pemanfaatan ruang terbuka publik sebagai pusat pengembangan ekonomi kreatif.

“Tujuan awal kami agar para pelaku ekonomi kreatif dan UMKM memiliki wadah untuk mengembangkan kreativitas, memperluas usaha, sekaligus meningkatkan pendapatan. Alhamdulillah para pedagang menyambut baik gagasan ini dan sepakat memanfaatkan kawasan GOR Panunjung Tarung sebagai pusat aktivitas ekonomi kreatif,” jelas Budi Kurniawan.

Menurutnya, konsep Community Ekraf Kapuas menghadirkan sentra kuliner dan produk kreatif yang memiliki identitas khas Kabupaten Kapuas. Para pelaku usaha didorong menciptakan produk unggulan yang memiliki ciri tersendiri sehingga mampu menjadi daya tarik bagi masyarakat maupun pengunjung.

Budi Kurniawan juga menegaskan bahwa pemerintah daerah tidak membebankan biaya sewa lapak kepada para pedagang. Pelaku usaha hanya dikenakan retribusi sesuai ketentuan Peraturan Daerah sebesar Rp20 ribu per meter persegi setiap bulan.

Ke depan, kawasan Community Ekraf Kapuas tidak hanya difungsikan sebagai pusat kuliner dan UMKM, tetapi juga akan dikembangkan menjadi ruang kreativitas bagi generasi muda. Disparbudpora berencana memfasilitasi berbagai kegiatan seni, musik, dan pertunjukan secara rutin dengan menyediakan sarana pendukung, termasuk sound system yang dapat dimanfaatkan masyarakat secara gratis.

Baca juga »  Pemkab Seruyan Kembali Raih Opini WTP, Bukti Komitmen Kelola Keuangan Secara Akuntabel
PlaystoreKALTENGPLUSupdate11b
ChatGPT Image 23 Mei 2026, 22.11.26
17Juni2026-HARIJADIKOTAPALANGKARAYA4
ChatGPT Image 10 Mei 2026, 14.46.47
ChatGPT Image 17 Mei 2026, 04.41.16
ChatGPT Image 19 Mei 2026, 21.53.06
Back to top button
Konten ini dilindungi hak cipta :
PORTAL BERITA MEDIA DIGITAL
KALTENG PLUS
📢 LAPOR PAK 📰 IKLAN & PUBLIKASI 💬 CHAT ADMIN
×
⭐⭐⭐⭐⭐
Suka menggunakan Aplikasi KALTENG PLUS?
Jika KALTENG PLUS membantu Anda mendapatkan berita Kalimantan Tengah setiap hari, luangkan waktu sebentar untuk memberikan ulasan di Google Play Store.
INPUT ID ANGGOTA
Masukkan 4 Digit ID Anggota
SCAN KARTU ANGGOTA
Menyiapkan Scanner...
Arahkan Kamera ke area
QR Kartu Anggota
LIVE KALTENG PLUS
Memuat Judul...
Memuat Siaran Langsung...
KATEGORI BERITA
KALTENG PLUS
HOME
TERBARU
TONTON
🔍
CARI
📁
KATEGORI
ℹ️
INFO

KALTENG PLUS - LAPOR PAK 2
CALLCENTER110POLRI
ChatGPT Image 5 Mei 2026, 13.17.19
WhatsAppImage2026-06-03at183925
previous arrow
next arrow