PALANGKA RAYA – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah tengah menyiapkan program rumah sakit keliling (mobile hospital) yang ditargetkan mulai beroperasi pada Oktober mendatang.
Kepala Dinas Kesehatan Kalteng, Suyuti Syamsul, mengungkapkan bahwa saat ini program masih dalam tahap proses, mencakup penganggaran serta penyusunan desain teknis.
“Sekarang masih proses. Pendanaan dari Dinas Kehutanan, sementara desain dari kami,” ujarnya, Kamis (16/4/2026).
Program ini akan menghadirkan lima unit bus mobile hospital serta tiga unit layanan dental mobile untuk menjangkau masyarakat di daerah yang belum terlayani secara optimal.
Ia menjelaskan, kebijakan tersebut dilatarbelakangi hasil cek kesehatan gratis (CKG) yang menunjukkan tingginya angka masalah kesehatan gigi di masyarakat.
“Sekitar 60 persen masyarakat mengalami masalah gigi, sementara dari 207 puskesmas hanya sekitar 100 yang memiliki dokter gigi,” katanya.
Pada tahap awal, layanan akan ditempatkan di beberapa titik, seperti Hanau, RS Doris Sylvanus, dan Kalawate. Pengoperasian akan melibatkan pihak rumah sakit, terutama untuk penggunaan alat medis tertentu yang membutuhkan perizinan.
“Karena ada alat seperti rontgen, itu harus dioperasionalkan oleh rumah sakit,” jelasnya.
Layanan ini akan dilengkapi berbagai fasilitas medis, mulai dari USG, rontgen, mini surgery, hingga kursi perawatan gigi serta pemeriksaan kesehatan lainnya.
Meski demikian, operasionalnya tidak dilakukan setiap hari. Jadwal layanan akan diatur secara berkala, sekitar satu hingga dua kali dalam sebulan di setiap lokasi.
“Tujuannya untuk memperluas jangkauan layanan spesialistik, bukan menggantikan layanan kesehatan di kabupaten dan kota,” tegasnya.










































