PALANGKA RAYA – Gubernur Kalimantan Tengah, H. Agustiar Sabran, menetapkan lima misi pembangunan sebagai arah kebijakan Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah periode 2025-2030 guna mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan serta mendukung agenda nasional menuju Indonesia Maju 2045.
Lima misi tersebut menjadi pedoman utama pemerintah daerah dalam menyusun dan menjalankan berbagai program pembangunan, meskipun saat ini pemerintah masih menghadapi tantangan efisiensi anggaran.
Menurut Agustiar Sabran, seluruh program pembangunan yang dijalankan pemerintah daerah diarahkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus mempercepat kemajuan Kalimantan Tengah secara menyeluruh.
“Seluruh program pembangunan yang dijalankan pemerintah daerah diarahkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan mempercepat kemajuan Kalimantan Tengah secara berkelanjutan,” ujarnya, Rabu (10/6/2026).
Agustiar Sabran menjelaskan, lima misi pembangunan tersebut meliputi peningkatan kesejahteraan ekonomi melalui optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan pemanfaatan sumber daya alam lokal, peningkatan kualitas pendidikan untuk membentuk sumber daya manusia yang beretika sesuai nilai Belom Bahadat, pembangunan infrastruktur yang merata dan berkeadilan, peningkatan layanan kesehatan yang berkualitas dan terjangkau, serta pemberdayaan kearifan lokal dalam berbagai kebijakan pembangunan.
Pada sektor ekonomi, pemerintah daerah berupaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui optimalisasi PAD dan pengelolaan sumber daya alam secara berkelanjutan. Langkah tersebut diharapkan mampu menciptakan nilai tambah ekonomi sekaligus memperkuat daya saing daerah.
Di bidang pendidikan, Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah berkomitmen meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui sistem pendidikan yang inklusif dan berorientasi pada pembentukan karakter.
Salah satu program unggulan yang telah dijalankan adalah Program Sekolah Rakyat yang ditujukan untuk memperluas akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.
Menurut Agustiar Sabran, Program Sekolah Rakyat saat ini telah berjalan di empat wilayah strategis, yakni Kota Palangka Raya, Kabupaten Katingan, Kabupaten Gunung Mas, dan Kabupaten Kotawaringin Timur.
Program tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah menghadirkan akses pendidikan yang setara dan berkualitas bagi seluruh masyarakat, khususnya bagi kelompok yang memiliki keterbatasan ekonomi.
Pada sektor infrastruktur, pemerintah daerah menargetkan pembangunan yang merata dan berkeadilan guna meningkatkan konektivitas antarwilayah serta mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.
Beberapa ruas jalan strategis yang menjadi prioritas pembangunan antara lain Jalan Bukit Liti-Bawan, akses Palangka Raya-Kuala Kurun, Jalan Lingkar Luar Selatan Sampit, hingga ruas Simpang Pundu-Tumbang Samba.
Berdasarkan data Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah, kondisi jalan provinsi dengan kategori mantap telah mencapai sekitar 87 persen dari total panjang jalan provinsi sepanjang 1.275,60 kilometer. Sementara itu, kondisi jalan nasional mantap mencapai 82,30 persen dari total panjang jalan nasional sepanjang 2.094,29 kilometer.
Selain pendidikan dan infrastruktur, peningkatan kualitas layanan kesehatan juga menjadi salah satu prioritas pembangunan daerah. Pemerintah berupaya menghadirkan pelayanan kesehatan yang berkualitas, merata, dan terjangkau bagi seluruh lapisan masyarakat.
Menurut Agustiar Sabran, pelayanan kesehatan yang baik merupakan bagian penting dalam memperkuat perlindungan sosial serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat Kalimantan Tengah.
Di sisi lain, pembangunan daerah juga diarahkan untuk tetap berpijak pada nilai-nilai budaya dan kearifan lokal yang menjadi identitas masyarakat Kalimantan Tengah.
Karena itu, pemberdayaan budaya daerah menjadi salah satu misi penting yang diharapkan mampu menjaga jati diri masyarakat di tengah perkembangan zaman dan arus modernisasi.
Agustiar Sabran menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan tidak hanya diukur dari pertumbuhan ekonomi dan pembangunan fisik semata, tetapi juga dari kualitas sumber daya manusia, pemerataan pelayanan dasar, serta kemampuan daerah dalam mempertahankan nilai-nilai budaya yang dimiliki.
Melalui lima misi pembangunan tersebut, Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah optimistis dapat mewujudkan pembangunan yang lebih maju, berkeadilan, dan berkelanjutan demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Bumi Tambun Bungai










































