PALANGKA RAYA – Di tengah berkembangnya tren pernikahan modern, sejumlah keluarga di Kota Palangka Raya masih mempertahankan tradisi adat Banjar sebagai bagian dari warisan budaya yang sarat nilai dan makna. Salah satunya terlihat dalam prosesi hantaran pasangan Bella dan Azriel yang digelar oleh keluarga besar H. Bambang Suryadi, SE., M.Si dan Hj. Mahdalena.
Prosesi yang berlangsung penuh khidmat tersebut menampilkan sejumlah rangkaian adat Banjar, mulai dari pantun adat, prosesi mandi-mandi hingga hantaran yang sarat makna dan filosofi budaya.
Kegiatan yang berlangsung di Kota Palangka Raya tersebut dihadiri keluarga besar kedua mempelai dan berlangsung dalam suasana hangat serta penuh kekeluargaan

Pelaksanaan kegiatan dipercayakan kepada Alucio Wedding Organizer yang dipimpin Idea Jayanti. Bersama tim yang didominasi anak-anak muda, Alucio berupaya menghadirkan prosesi adat yang tetap sakral namun dikemas secara profesional dan tertata.
Pimpinan Alucio, Idea Jayanti, mengatakan bahwa pelestarian budaya lokal menjadi salah satu komitmen yang terus dijaga dalam setiap penyelenggaraan acara adat yang ditangani.
“Tradisi dan budaya merupakan warisan leluhur yang harus dijaga bersama. Kami ingin membantu keluarga yang ingin melaksanakan prosesi adat agar berjalan lancar tanpa menghilangkan nilai-nilai budaya yang terkandung di dalamnya,” ujarnya.
Sementara itu, H. Bambang Suryadi, SE., M.Si selaku kepala keluarga menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya seluruh rangkaian acara dengan baik dan lancar. Menurutnya, pelaksanaan adat Banjar menjadi bentuk penghormatan kepada tradisi yang telah diwariskan secara turun-temurun oleh para orang tua terdahulu.
“Alhamdulillah seluruh prosesi berjalan dengan baik. Kami ingin anak-anak tetap mengenal dan menghargai budaya yang menjadi bagian dari identitas keluarga,” ungkapnya.
Senada dengan itu, Hj. Mahdalena menyampaikan bahwa prosesi adat bukan sekadar seremonial, tetapi juga memiliki nilai kebersamaan dan kekeluargaan yang sangat kuat.
“Melalui acara seperti ini silaturahmi keluarga semakin erat. Kami berharap tradisi adat Banjar terus dijaga dan dikenalkan kepada generasi muda,” tuturnya.
Kelancaran acara juga tidak lepas dari peran pembawa acara, Nisa Rahimia, yang memandu seluruh rangkaian kegiatan dari awal hingga selesai. Ia menilai prosesi adat Banjar memiliki keunikan tersendiri karena setiap tahapan mengandung pesan dan makna yang mendalam.

“Sebagai MC, saya merasa bangga bisa terlibat dalam acara adat seperti ini. Selain melestarikan budaya, kegiatan seperti ini juga menjadi sarana edukasi bagi generasi muda agar lebih mengenal adat dan tradisi daerah,” katanya.
Sementara itu, salah satu tim Alucio Wedding Organizer, Raizal, yang diwawancarai langsung oleh Tim Media KALTENG PLUS di lokasi acara mengatakan bahwa keterlibatan anak-anak muda dalam penyelenggaraan prosesi adat menjadi pengalaman berharga sekaligus bentuk nyata pelestarian budaya daerah.
“Kami merasa bangga bisa terlibat dalam acara adat Banjar seperti ini. Selain belajar tentang tata cara adat yang benar, kami juga ikut membantu agar budaya yang diwariskan para leluhur tetap dikenal dan diminati generasi muda,” ujarnya.
Menurut Raizal, antusiasme masyarakat terhadap prosesi adat tradisional masih cukup tinggi di Kota Palangka Raya. Karena itu, pihaknya berharap semakin banyak generasi muda yang mau berpartisipasi dan berkontribusi dalam menjaga kelestarian budaya daerah melalui berbagai bidang, termasuk industri kreatif dan event organizer.
Di sisi lain, salah satu anggota keluarga yang turut berperan aktif dalam pelaksanaan acara, Om Dev yang turut berperan dalam pelaksanaan acara dan diwawancarai langsung oleh Tim Media KALTENG PLUS, mengungkapkan bahwa kesuksesan kegiatan tersebut merupakan hasil kerja sama seluruh keluarga, panitia, serta tim pendukung yang terlibat.
“Acara ini menjadi bukti bahwa kebersamaan dan gotong royong masih sangat kuat dalam keluarga. Semua pihak saling membantu sehingga seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan dengan baik,” ujarnya.

Melalui kolaborasi keluarga besar, pelaku usaha kreatif, serta generasi muda, prosesi hantaran Bella dan Azriel tidak hanya menjadi momentum penyatuan dua keluarga besar, tetapi juga menjadi bagian dari upaya menjaga eksistensi budaya Banjar di Kota Palangka Raya.
Keberadaan Alucio Wedding Organizer bersama tim muda yang terlibat menunjukkan bahwa pelestarian budaya dapat berjalan beriringan dengan perkembangan industri kreatif, sehingga tradisi lokal tetap hidup dan relevan di tengah perkembangan zaman.
Keluarga besar H. Bambang Suryadi dan Hj. Mahdalena berharap seluruh rangkaian menuju pernikahan Bella dan Azriel dapat berjalan lancar hingga hari bahagia nanti serta menjadi keluarga yang sakinah, mawaddah, warahmah.

Segenap Tim Media KALTENG PLUS
turut mengucapkan selamat kepada Bella dan Azriel atas prosesi hantaran dan lamaran yang telah dilaksanakan. Semoga segala tahapan menuju pernikahan diberikan kelancaran, keberkahan, serta kebahagiaan bagi kedua mempelai dan keluarga besar.










































