PALANGKA RAYA – Pemerintah Kota Palangka Raya optimistis laju inflasi akan mulai terkendali dalam beberapa waktu ke depan seiring terjaganya pasokan bahan pokok dan mulai menurunnya harga sejumlah komoditas pangan. Meski demikian, inflasi di ibu kota Provinsi Kalimantan Tengah tersebut masih dipengaruhi dampak kenaikan bahan bakar minyak (BBM) pada periode sebelumnya.
Hal tersebut disampaikan Wakil Wali Kota Palangka Raya, Achmad Zaini, usai mengikuti Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi secara daring yang dipimpin Kementerian Dalam Negeri di Kantor Wali Kota Palangka Raya, Jalan Tjilik Riwut, beberapa waktu lalu.
Achmad Zaini menjelaskan, rapat koordinasi tersebut membahas berbagai langkah strategis yang dilakukan pemerintah pusat bersama pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok. Pemerintah daerah diminta terus memperkuat pengawasan terhadap perkembangan harga dan memastikan distribusi pangan berjalan lancar agar daya beli masyarakat tetap terjaga.
Menurutnya, berdasarkan data per (1/7/2026), inflasi tahunan atau year on year (yoy) di Kota Palangka Raya masih berada pada level yang relatif tinggi. Kondisi tersebut merupakan dampak lanjutan dari kenaikan harga BBM pada periode sebelumnya yang memengaruhi harga berbagai komoditas di pasaran.
Meski demikian, Pemerintah Kota Palangka Raya meyakini tekanan inflasi akan mulai berangsur menurun. Hal tersebut didukung oleh kondisi pasokan bahan pangan yang relatif aman serta upaya pemerintah dalam menjaga kelancaran distribusi kebutuhan pokok.
“Faktor terpenting dalam pengendalian inflasi adalah terjaganya ketersediaan komoditas yang dibutuhkan masyarakat. Dengan pasokan yang cukup, pemerintah berharap harga kebutuhan pokok dapat tetap stabil sehingga tekanan inflasi dapat ditekan,” ujar Achmad Zaini.
Sebagai bagian dari pengendalian inflasi, Pemerintah Kota Palangka Raya terus melakukan berbagai langkah, di antaranya:
- Memantau perkembangan harga bahan pokok secara berkala.
- Menjaga ketersediaan dan kelancaran distribusi pangan.
- Berkoordinasi dengan pemerintah pusat dan instansi terkait.
- Mengantisipasi potensi kenaikan harga komoditas strategis.
Berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, masih terdapat beberapa komoditas yang mengalami kenaikan harga. Salah satunya bawang merah yang naik dari Rp43 ribu menjadi Rp45 ribu per kilogram atau meningkat sekitar Rp2 ribu per kilogram.
Meski demikian, pemerintah menilai kenaikan tersebut masih dalam batas yang dapat dikendalikan. Pemantauan harga di pasar tradisional maupun pusat distribusi akan terus dilakukan sebagai langkah antisipasi agar lonjakan harga tidak meluas ke komoditas lainnya.
Achmad Zaini menegaskan, Pemerintah Kota Palangka Raya akan terus memperkuat koordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan dalam menjaga stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok. Upaya tersebut diharapkan mampu menjaga inflasi tetap terkendali sekaligus melindungi daya beli masyarakat di tengah dinamika perekonomian.
























