Bupati Kotim sebut Sensus Ekonomi 2026 Penting untuk Petakan Kondisi Riil Masyarakat

Siap diputar

SAMPIT – Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) menegaskan komitmennya dalam mendukung pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 sebagai langkah strategis untuk memperoleh gambaran nyata kondisi perekonomian masyarakat dan dunia usaha di daerah.

Bupati Kotim, Halikinnor, mengatakan hasil sensus ekonomi akan menjadi dasar penting dalam penyusunan berbagai kebijakan pembangunan dan program pemberdayaan ekonomi yang lebih tepat sasaran.

Menurutnya, pendataan tersebut sangat penting karena mampu merekam berbagai dinamika ekonomi yang sedang dihadapi masyarakat, mulai dari fluktuasi harga komoditas perkebunan, kenaikan biaya transportasi, hingga perubahan harga kebutuhan pokok.

“Sensus ekonomi bukan sekadar kegiatan pendataan, tetapi menjadi instrumen penting untuk mengetahui kondisi riil masyarakat sehingga kebijakan yang diambil pemerintah benar-benar sesuai kebutuhan di lapangan,” ujarnya, Senin (1/6/2026).

Halikinnor menjelaskan, penurunan harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir telah memberikan dampak terhadap daya beli masyarakat, terutama di wilayah yang menggantungkan perekonomiannya pada sektor perkebunan.

Di sisi lain, kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) juga berdampak pada meningkatnya biaya distribusi barang dan jasa yang pada akhirnya berpengaruh terhadap harga kebutuhan pokok masyarakat.

“Semua kondisi tersebut saling berkaitan. Karena itu diperlukan data yang akurat agar pemerintah dapat melihat secara utuh dampak yang terjadi di masyarakat,” katanya.

Ia menegaskan, Pemerintah Kabupaten Kotim akan terus mendorong partisipasi masyarakat agar memberikan informasi yang benar dan sesuai kondisi sebenarnya kepada petugas sensus yang melakukan pendataan di lapangan.

Menurutnya, data yang valid akan membantu pemerintah daerah maupun pemerintah pusat dalam merumuskan langkah-langkah strategis untuk menjaga stabilitas ekonomi serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Kalau datanya akurat, pemerintah bisa menyusun kebijakan yang tepat, baik dalam bentuk bantuan, program pemulihan ekonomi, maupun kebijakan pembangunan lainnya yang benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat,” jelasnya.

Lebih lanjut, Halikinnor menilai pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 juga menjadi momentum untuk memperkuat sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam membangun perekonomian yang lebih kuat dan berkelanjutan.

Ia berharap hasil pendataan nantinya dapat memberikan gambaran menyeluruh mengenai struktur ekonomi masyarakat Kotim, sekaligus menjadi dasar dalam menentukan arah pembangunan daerah pada masa mendatang.

Selain mendukung pelaksanaan sensus, Pemerintah Kabupaten Kotim juga terus berupaya menjaga ketahanan ekonomi daerah melalui berbagai program penguatan sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), pertanian, serta perkebunan rakyat.

“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk mendukung pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 dengan memberikan data yang benar dan sesuai kondisi di lapangan. Data yang akurat akan menjadi fondasi penting dalam mewujudkan kebijakan yang berpihak kepada masyarakat dan meningkatkan kesejahteraan bersama,” pungkasnya.

Baca juga »  Kemensos Buka 5.127 Formasi PPPK Tenaga Kependidikan untuk Sekolah Rakyat
ChatGPT Image 23 Mei 2026, 22.11.26
ChatGPT Image 10 Mei 2026, 14.46.47
ChatGPT Image 17 Mei 2026, 04.41.16
ChatGPT Image 19 Mei 2026, 21.53.06
Back to top button
Konten ini dilindungi hak cipta :
PORTAL BERITA MEDIA DIGITAL
KALTENG PLUS
📢 LAPOR PAK 📰 IKLAN & PUBLIKASI 💬 CHAT ADMIN
KATEGORI BERITA
KALTENG PLUS
HOME
TERBARU
🔍
CARI
📁
KATEGORI
ℹ️
INFO

WhatsAppImage2026-06-03at192454
WhatsAppImage2026-06-03at183925
previous arrow
next arrow