SAMPIT – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Jalan Ir. Soekarno, Kelurahan Baamang Hulu, Kecamatan Baamang, Kabupaten Kotawaringin Timur, terus meluas hingga mencapai sekitar empat hektare. Lokasi kebakaran yang berada di sekitar Bandara H Asan Sampit juga berpotensi mengganggu aktivitas penerbangan akibat kepulan asap yang semakin pekat.
Petugas gabungan terus berupaya melakukan pemadaman guna mencegah api meluas ke area lain. Namun, kondisi lahan gambut yang kering menjadi tantangan tersendiri sehingga proses pemadaman membutuhkan penanganan lebih intensif.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Kotawaringin Timur, Multazam, menyampaikan bahwa berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, penyebab kebakaran diduga mengarah pada unsur kesengajaan. Dugaan tersebut muncul karena tidak ditemukan faktor alami yang berpotensi memicu munculnya api di lokasi kejadian.
“Diduga dibakar, kenapa dibakar, karena di sini bukan daerah-daerah pertambangan, kalau ada batu bara mungkin bisa terjadi cetusan api ya. Tapi ini tidak ada, tapi titik buka air tanahnya sudah lebih minus 60 cm dan itu kita bisa lihat di parit depan, di saluran air itu sudah tidak tersedia air. Lahan gambutnya sudah mulai termakan dan ini agak ekstra sudah,” ujar Multazam, Rabu (8/7/2026).
Multazam menjelaskan kondisi muka air tanah yang telah berada di bawah minus 60 sentimeter menunjukkan tingkat kekeringan lahan gambut semakin tinggi. Kondisi tersebut membuat api lebih mudah merambat hingga ke lapisan bawah permukaan tanah sehingga proses pemadaman menjadi lebih sulit dilakukan.
Selain harus memadamkan api di permukaan, petugas juga berupaya memastikan bara api di dalam lapisan gambut benar-benar padam agar tidak kembali menyala. Upaya tersebut dilakukan dengan mengoptimalkan sumber daya yang tersedia di lapangan.
Keberadaan titik kebakaran yang berada di sekitar kawasan Bandara H Asan Sampit juga menjadi perhatian karena asap yang ditimbulkan berpotensi memengaruhi jarak pandang dan aktivitas penerbangan apabila kebakaran terus meluas.
BPBD Kabupaten Kotawaringin Timur mengimbau masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar, terutama saat kondisi cuaca kering yang dapat mempercepat penyebaran api. Masyarakat juga diminta segera melaporkan apabila menemukan titik api guna mempercepat penanganan dan mencegah kebakaran meluas.
























