PALANGKA RAYA – Olahraga bulutangkis hingga kini masih menjadi salah satu cabang olahraga favorit masyarakat Kota Palangka Raya. Selain menyehatkan, bulutangkis juga menjadi sarana mempererat silaturahmi antarwarga dari berbagai kalangan dan usia.
Salah satu tempat yang cukup dikenal para pecinta bulutangkis adalah Gedung Olahraga (GOR) Rajawali yang beralamat di belakang Bank Kalteng, Jalan Christophel Mihing Nomor 1, Kota Palangka Raya. Hampir setiap malam, lapangan tersebut ramai digunakan masyarakat untuk berolahraga maupun sekadar melepas penat setelah beraktivitas.
Penjaga GOR Rajawali, Chandra, mengatakan minat masyarakat terhadap olahraga bulutangkis masih sangat tinggi. Menurutnya, hampir setiap hari lapangan selalu digunakan oleh berbagai komunitas maupun pemain umum.

“Kalau malam biasanya cukup ramai. Ada yang bermain rutin setiap minggu, ada juga yang datang bersama teman-temannya untuk menjaga kebugaran,” ujarnya saat diwawancarai tim lapangan.
Suasana GOR Rajawali pada malam hari terlihat hidup dan penuh semangat olahraga. Dengan penerangan yang memadai, beberapa lapangan digunakan secara bersamaan oleh para pemain dari berbagai kelompok usia. Kondisi lapangan yang nyaman membuat aktivitas olahraga dapat berlangsung dengan baik hingga malam hari.
Salah satu pemain senior yang kembali meramaikan lapangan adalah Kai Ibur. Setelah cukup lama vakum bermain sejak bulan Ramadan, Kai Ibur akhirnya kembali turun ke lapangan dan bermain bersama rekan-rekannya. Pria yang diperkirakan berusia di atas 55 tahun tersebut mengaku senang bisa kembali berolahraga dan berkumpul bersama komunitas bulutangkis.
“Sudah lama tidak bermain sejak Ramadan. Tadi malam baru mulai main lagi. Rasanya senang bisa bergerak dan berkeringat kembali bersama teman-teman,” ujarnya.

Menurut Kai Ibur, olahraga bulutangkis bukan hanya menjaga kesehatan fisik, tetapi juga menjadi sarana mempererat persahabatan yang telah terjalin selama bertahun-tahun.
Pada kesempatan tersebut, Kai Ibur juga terlihat berfoto bersama Abah Imah di area lapangan usai bermain. Keduanya merupakan pemain senior yang masih aktif berolahraga dan menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk tetap menjaga kesehatan melalui aktivitas olahraga secara rutin.
Abah Imah mengatakan olahraga bulutangkis memberikan banyak manfaat bagi kesehatan tubuh sekaligus menjadi sarana menjalin kebersamaan dengan sesama penghobi bulutangkis di Kota Palangka Raya.
“Walaupun usia sudah tidak muda lagi, kami tetap rutin bermain. Badan terasa lebih sehat, peredaran darah lancar, dan yang paling penting bisa berkumpul dengan teman-teman,” katanya.
Selain para pemain senior, sejumlah penghobi bulutangkis lainnya juga mengaku merasakan manfaat besar dari olahraga tersebut.
Saidi mengatakan bulutangkis menjadi olahraga yang efektif untuk menjaga kesehatan sekaligus menghilangkan rasa penat setelah beraktivitas sehari-hari.
“Kalau rutin bermain badan terasa lebih segar. Selain olahraga, kita juga bisa bertemu banyak teman di sini,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Mang Heri. Menurutnya, bulutangkis merupakan olahraga yang cocok dimainkan oleh berbagai kalangan usia karena mampu melatih kebugaran, kelincahan, dan daya tahan tubuh.
“Yang penting tetap bergerak. Walaupun usia bertambah, kita harus tetap menjaga kesehatan,” katanya.
Sementara itu, Mang Ramli menilai suasana kekeluargaan yang terbangun di GOR Rajawali menjadi salah satu alasan dirinya tetap aktif bermain bulutangkis hingga sekarang.
“Di sini bukan hanya olahraga, tetapi juga tempat bersilaturahmi. Teman-teman semua sudah seperti keluarga sendiri,” tuturnya.
Salah seorang pengunjung lapangan, Anton, menilai keberadaan GOR Rajawali sangat membantu masyarakat yang ingin berolahraga dengan fasilitas yang memadai. Menurutnya, antusiasme masyarakat terhadap olahraga bulutangkis masih sangat tinggi.

“Bulutangkis memang olahraga yang sangat digemari masyarakat. Selain menyehatkan, suasana kebersamaan di lapangan juga membuat kita semakin semangat untuk rutin berolahraga,” katanya.
Keberadaan para pemain senior seperti Kai Ibur, Abah Imah, serta para penghobi bulutangkis lainnya seperti Saidi, Mang Heri, dan Mang Ramli menjadi bukti bahwa olahraga tidak mengenal batas usia. Semangat mereka untuk tetap aktif bergerak dan menjaga kebugaran menjadi motivasi tersendiri bagi masyarakat agar terus menerapkan pola hidup sehat.

Dengan tingginya minat masyarakat terhadap olahraga bulutangkis, GOR Rajawali diharapkan terus menjadi salah satu pusat aktivitas olahraga yang mampu mendukung pembinaan atlet daerah sekaligus mempererat hubungan sosial masyarakat Kota Palangka Raya melalui olahraga yang telah lama menjadi kebanggaan bangsa Indonesia.





















