KUALA KAPUAS – Wakil Bupati Kapuas, Dodo, mengajak masyarakat untuk terus menjaga budaya, memperkuat persatuan, serta meningkatkan ketahanan pangan keluarga di tengah tantangan ekonomi global yang semakin dinamis.
Pesan tersebut disampaikan saat membacakan pidato Gubernur Kalimantan Tengah pada upacara peringatan Hari Jadi ke-69 Provinsi Kalimantan Tengah Tahun 2026 di Kuala Kapuas, Sabtu.
Menurutnya, filosofi Huma Betang mengandung makna penting tentang kebersamaan dan semangat saling menjaga dalam kehidupan bermasyarakat.
“Filosofi Huma Betang mengajarkan rumah besar hanya akan kokoh jika seluruh penghuninya saling menjaga,” ujar Dodo.
Ia menjelaskan, menjaga yang dimaksud bukan hanya menjaga persatuan, tetapi juga menjaga budaya daerah, lingkungan, serta masa depan generasi penerus.
“Mari kita terus bekerja, terus berbenah, terus optimis,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, masyarakat di seluruh kabupaten dan kota di Kalimantan Tengah juga diajak mengambil peran aktif dalam memperkuat ketahanan pangan melalui pemanfaatan lahan pekarangan rumah.
Menurutnya, di tengah meningkatnya kebutuhan pasar dan tantangan ekonomi global, ketahanan pangan keluarga menjadi hal penting yang harus mulai dibangun dari lingkungan rumah tangga.
“Tanam cabai, sayur-mayur, buah, atau komoditas sederhana yang bisa menopang kebutuhan keluarga,” ujarnya.
Dodo menegaskan, ketahanan pangan tidak harus dimulai dari lahan yang luas, tetapi dapat diawali dari langkah kecil melalui pemanfaatan halaman rumah secara produktif.
“Karena kemandirian daerah dimulai dari kemandirian keluarga-keluarganya,” tegasnya.
Ia berharap semangat kebersamaan, gotong royong, dan optimisme masyarakat terus terjaga demi mendukung pembangunan Kalimantan Tengah yang lebih maju dan sejahtera.
Rangkaian kegiatan peringatan Hari Jadi ke-69 Provinsi Kalimantan Tengah di Kabupaten Kapuas kemudian ditutup dengan sesi ramah tamah dan dokumentasi bersama jajaran Pemerintah Kabupaten Kapuas.
























