Kasus Katarak di Kalteng Capai 208 Orang, Usia di Atas 50 Tahun Paling Berisiko

Siap diputar

PALANGKA RAYA – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kalimantan Tengah mencatat ratusan kasus gangguan penglihatan dan pendengaran hingga Mei 2026. Dari total kasus gangguan penglihatan yang ditemukan, katarak menjadi penyakit yang paling banyak dialami masyarakat.

Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinkes Kalteng, Eddy Kelana, mengatakan hingga Mei 2026 tercatat sebanyak 344 kasus gangguan penglihatan. Dari jumlah tersebut, sebanyak 208 kasus merupakan katarak, sedangkan 136 kasus lainnya merupakan gangguan refraksi, termasuk miopia sebanyak 67 kasus.

Selain gangguan penglihatan, Dinkes Kalteng juga mencatat 172 kasus gangguan pendengaran. Rinciannya terdiri dari 102 kasus serumen prop, 46 kasus otitis media supuratif kronis (OMSK), dan 24 kasus presbikusis.

“Data ini merupakan akumulasi sampai Mei 2026,” ujarnya, Rabu (3/6/2026).

Menurut Eddy, tingginya angka kasus katarak dipengaruhi sejumlah faktor risiko seperti diabetes, kebiasaan merokok, konsumsi alkohol berlebihan, paparan sinar matahari langsung tanpa pelindung mata, cedera pada mata, hingga faktor bawaan.

Meski demikian, berdasarkan data Januari hingga Mei 2026, pihaknya melihat adanya indikasi penurunan jumlah kasus dibandingkan periode sebelumnya. Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah pun terus melakukan berbagai upaya untuk menekan angka gangguan penglihatan, khususnya katarak.

Upaya tersebut dilakukan melalui promosi pola hidup bersih dan sehat (PHBS), peningkatan akses layanan kesehatan, penguatan deteksi dini di tingkat puskesmas, pelaksanaan operasi katarak secara berkala, hingga penguatan program kesehatan mata dan layanan rujukan.

“Terlihat dari data Januari sampai Mei 2026 ada penurunan jumlah kasus dibanding sebelumnya,” jelasnya.

Eddy mengimbau masyarakat untuk menjaga kesehatan mata dengan menerapkan pola hidup sehat, menghindari faktor risiko, serta melakukan pemeriksaan secara rutin ke fasilitas kesehatan.

Sementara itu, Dokter Spesialis Mata RSUD dr. Doris Sylvanus, dr. Yudika Iwan Kaharap Toemon, Sp.M., menjelaskan bahwa katarak paling sering disebabkan oleh faktor usia.

“Paling sering karena faktor usia, biasanya di atas 50 tahun sudah mulai katarak senilis. Tapi ada juga karena trauma, paparan sinar matahari, atau pekerjaan di luar ruangan,” katanya.

Ia mengingatkan masyarakat yang banyak beraktivitas di luar ruangan, seperti petani dan pekerja lapangan, untuk menggunakan pelindung mata berupa kacamata maupun topi guna mengurangi risiko paparan sinar matahari langsung.

Selain itu, menjaga asupan gizi yang baik dan menghindari cedera pada mata juga dinilai penting untuk mencegah gangguan penglihatan.

Di sisi lain, Plh Direktur RSUD dr. Doris Sylvanus, dr. Mikko Uriamapas Ludjen, mengatakan tingginya kebutuhan layanan operasi katarak terlihat dari banyaknya pasien yang datang dari berbagai kabupaten di Kalimantan Tengah bahkan dari luar daerah.

“Operasi katarak ini bukan hanya dalam rangka hari jadi, tetapi juga kegiatan rutin setiap tahun karena kebutuhan masyarakat masih sangat tinggi,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa setiap pasien yang akan menjalani operasi wajib melalui proses skrining terlebih dahulu untuk memastikan kondisi medisnya layak dilakukan tindakan operasi.

Penjabat Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Tengah, dr. Linae Victoria Aden, menambahkan bahwa program operasi katarak gratis merupakan bagian dari prioritas Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat.

“Ini merupakan salah satu rangkaian Hari Jadi ke-69 Kalteng. Kesehatan menjadi salah satu program prioritas pemerintah daerah karena sangat mendukung proses pembangunan yang baik di daerah,” ujarnya.

Ia berharap masyarakat yang membutuhkan, khususnya dari kalangan kurang mampu, dapat memperoleh pelayanan kesehatan yang layak melalui program-program kesehatan yang disediakan pemerintah daerah.

Baca juga »  Junaidi Dorong Optimalisasi Potensi Daerah untuk Perkuat Pertumbuhan Berkelanjutan
ChatGPT Image 23 Mei 2026, 22.11.26
ChatGPT Image 10 Mei 2026, 14.46.47
ChatGPT Image 17 Mei 2026, 04.41.16
ChatGPT Image 19 Mei 2026, 21.53.06
Back to top button
Konten ini dilindungi hak cipta :
PORTAL BERITA MEDIA DIGITAL
KALTENG PLUS
📢 LAPOR PAK 📰 IKLAN & PUBLIKASI 💬 CHAT ADMIN
KATEGORI BERITA
KALTENG PLUS
HOME
TERBARU
🔍
CARI
📁
KATEGORI
ℹ️
INFO

WhatsAppImage2026-06-03at192454
WhatsAppImage2026-06-03at183925
previous arrow
next arrow