SAMPIT – Dinas Kesehatan Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) terus memperluas jangkauan Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) dengan mendatangi langsung berbagai pusat pelayanan publik. Langkah ini dilakukan untuk memudahkan masyarakat mendapatkan layanan skrining kesehatan tanpa harus datang ke puskesmas maupun rumah sakit.
Kepala Program Kesehatan Jiwa Dinas Kesehatan Kotim, Marini Tarida, mengatakan kegiatan terbaru dilaksanakan di Kantor Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kotim melalui kerja sama dengan Puskesmas Ketapang 2.
“Kami bekerja sama dengan Puskesmas Ketapang 2 dan Disdukcapil melaksanakan CKG. Sasaran kami adalah kantor-kantor pelayanan publik yang banyak didatangi masyarakat umum,” ujarnya, Senin (8/6/2026).
Dalam pelaksanaannya, warga yang datang mengurus administrasi kependudukan diberikan kesempatan untuk mengikuti pemeriksaan kesehatan gratis sebelum maupun setelah mendapatkan layanan administrasi.
Pemeriksaan yang diberikan meliputi pengecekan tekanan darah, kadar gula darah, pengukuran tinggi dan berat badan, hingga skrining kesehatan jiwa. Selain itu, petugas kesehatan juga memberikan edukasi mengenai pentingnya menjaga kesehatan dan melakukan pemeriksaan secara berkala.
Menurut Marini, program jemput bola tersebut mendapat respons positif dari masyarakat karena dinilai praktis dan mudah diakses tanpa harus meluangkan waktu khusus untuk mendatangi fasilitas kesehatan.
“Alhamdulillah respons masyarakat cukup baik. Kami tidak menetapkan target tertentu, yang penting sebanyak-banyaknya masyarakat yang ingin melakukan cek kesehatan gratis dapat kami layani,” katanya.
Sebelumnya, kegiatan serupa juga telah dilaksanakan di sejumlah lokasi pelayanan publik lainnya, seperti Kantor Samsat dan layanan pembuatan Surat Izin Mengemudi (SIM) di Satlantas Polres Kotim.
Strategi mendatangi langsung pusat aktivitas masyarakat dinilai efektif untuk meningkatkan partisipasi warga dalam program pemeriksaan kesehatan gratis yang selama ini masih perlu terus ditingkatkan.
Selain melakukan pemeriksaan awal, petugas kesehatan juga memberikan rujukan bagi masyarakat yang terindikasi memiliki gangguan kesehatan agar dapat segera memperoleh penanganan lanjutan.
“Jika ditemukan gejala penyakit tertentu, warga akan kami arahkan untuk pemeriksaan lanjutan di fasilitas kesehatan. Begitu pula apabila hasil skrining mengarah pada gangguan kecemasan atau depresi, kami sarankan berkonsultasi dengan psikolog klinis atau dokter jiwa,” jelasnya.
Melalui program tersebut, Dinas Kesehatan Kotim berharap cakupan layanan Cek Kesehatan Gratis semakin luas sekaligus memperkuat upaya pencegahan penyakit melalui deteksi dini di tengah masyarakat.
Marini menambahkan, tujuan utama program ini adalah mengidentifikasi faktor risiko kesehatan sedini mungkin sehingga penanganan dapat dilakukan lebih cepat dan mencegah kondisi penyakit berkembang menjadi lebih serius.
“Dengan skrining sejak dini, masyarakat diharapkan semakin sadar pentingnya memeriksakan kesehatan secara rutin. Jika ada faktor risiko atau gejala penyakit, dapat segera ditangani sebelum kondisinya semakin parah,” pungkasnya










































