SAMPIT – Pelaksanaan Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) di Kabupaten Kotawaringin Timur terus menunjukkan perkembangan. Hingga 28 Juni 2026, sebanyak 62.667 warga telah memanfaatkan layanan tersebut atau mencapai 13,47 persen dari total sasaran yang ditetapkan pemerintah.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kabupaten Kotawaringin Timur, Nugroho Kuncoro Yudho, mengatakan capaian tersebut merupakan hasil pelaksanaan program sejak 1 Januari hingga 28 Juni 2026 dengan melibatkan seluruh puskesmas yang ada di wilayah Kabupaten Kotawaringin Timur.
Berdasarkan data Dinas Kesehatan, jumlah masyarakat yang telah mengikuti pemeriksaan kesehatan gratis mencapai 62.667 orang dari total penduduk Kabupaten Kotawaringin Timur sebanyak 465.370 jiwa.
Meski demikian, Nugroho mengakui angka tersebut masih berada di bawah target yang ditetapkan Kementerian Kesehatan, yakni sebesar 46 persen atau sekitar 214.070 orang. Karena itu, berbagai strategi terus dilakukan untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dalam memanfaatkan layanan pemeriksaan kesehatan gratis.
“Hingga 28 Juni 2026, masyarakat yang sudah mengikuti CKG sebanyak 62.667 orang atau sekitar 13,47 persen dari total sasaran,” ujarnya, Rabu (1/7/2026).
Menurut Nugroho, selama enam bulan terakhir pelaksanaan CKG dilayani melalui 21 puskesmas yang tersebar di seluruh wilayah Kabupaten Kotawaringin Timur. Selain membuka layanan di fasilitas kesehatan, Dinas Kesehatan juga menerapkan strategi jemput bola dengan menghadirkan layanan pemeriksaan di berbagai fasilitas pelayanan publik.
“Pelaksanaan CKG selama enam bulan terakhir dilakukan melalui 21 puskesmas yang tersebar di seluruh wilayah Kotim. Selain itu, kami juga mendorong seluruh puskesmas untuk lebih aktif mendatangi masyarakat agar akses terhadap layanan kesehatan semakin mudah dijangkau,” katanya.
Saat ini layanan Cek Kesehatan Gratis telah tersedia di sejumlah lokasi pelayanan publik, antara lain:
- Mal Pelayanan Publik (MPP).
- Kantor Samsat.
- Satuan Lalu Lintas (Satlantas).
- Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil).
Ke depan, Dinas Kesehatan juga berencana memperluas layanan hingga ke kawasan pasar tradisional agar semakin banyak masyarakat dapat memanfaatkan pemeriksaan kesehatan tanpa harus datang ke fasilitas kesehatan.
“Yang sudah mulai berjalan di pelayanan publik seperti MPP, Samsat, Satlantas dan Disdukcapil. Ke depan rencananya juga akan menyasar pasar-pasar,” tambah Nugroho.
Program Cek Kesehatan Gratis merupakan salah satu program prioritas nasional Kementerian Kesehatan yang bertujuan meningkatkan deteksi dini berbagai penyakit tidak menular, seperti diabetes melitus, hipertensi, penyakit jantung, hingga berbagai gangguan kesehatan lainnya yang berpotensi menimbulkan komplikasi apabila tidak ditangani sejak awal.
Melalui pemeriksaan kesehatan secara berkala, masyarakat diharapkan semakin peduli terhadap kondisi kesehatannya. Selain membantu mendeteksi faktor risiko penyakit sejak dini, program tersebut juga memungkinkan tenaga kesehatan memberikan penanganan lebih cepat sehingga risiko komplikasi dan beban biaya pengobatan dapat ditekan.
Dinas Kesehatan Kabupaten Kotawaringin Timur optimistis cakupan peserta Cek Kesehatan Gratis akan terus meningkat seiring bertambahnya titik layanan dan semakin luasnya jangkauan program. Dengan kolaborasi berbagai instansi serta pendekatan langsung kepada masyarakat, program ini diharapkan mampu meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pemeriksaan kesehatan secara rutin sebagai langkah preventif menjaga kualitas hidup.
























